Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor energi sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Dalam Pasal 40A ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU 1/2024), ditegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab dalam mendorong terciptanya ekosistem digital yang adil, akuntabel, aman, dan inovatif. 

Sejalan dengan ketentuan tersebut, dalam beberapa tahun terakhir, teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan. AI tidak lagi sekadar menjadi tren, melainkan inovasi penting yang mampu meningkatkan efisiensi dan kinerja pengelolaan energi, terutama dalam sistem panel surya. Dengan kemampuannya mengolah data dalam skala besar, memprediksi kondisi cuaca, dan mengoptimalkan penyaluran listrik, teknologi AI menciptakan peluang baru untuk meningkatkan produksi energi surya sekaligus menurunkan biaya operasional.

 

Peran AI dalam Operasional PLTS

 

Energi terbarukan tenaga surya menawarkan sumber energi yang bersih dan berkelanjutan. Dengan intensitas radiasi matahari yang tinggi sepanjang tahun, Indonesia memiliki peluang besar untuk memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi utama. Dalam membantu mengintegrasi tenaga surya sebagai Pembagkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang bekelanjutan, teknologi AI hadir sebagai solusi inovatif yang mampu mentransformasi tenaga surya sebagai sebagai fondasi utama sistem energi masa depan. AI berperan penting dalam menjawab tantangan sektor energi terbarukan. Mulai dari tahap perencanaan, pengelolaan operasional harian, hingga pemeliharaan, AI membantu mengoptimalkan kinerja sistem, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat transisi menuju pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

Dalam pembangkit listrik tenaga surya, teknologi AI memungkinkan analisis data yang lebih cepat dan akurat. AI dapat mengendalikan sistem solar tracker agar panel surya selalu menghadap posisi matahari yang paling optimal sepanjang hari, sehingga penyerapan energi dapat dimaksimalkan. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk memperkirakan tingkat produksi energi pada pembangkit listrik tenaga surya dengan menganalisis data cuaca dan pola radiasi matahari, sehingga operator PLTS dapat melakukan penyesuaian yang tepat guna menjaga kinerja sistem tetap optimal. Kemudian, AI dapat meningkatkan pengelolaan jaringan energi terbarukan yang bersifat lebih tersebar dan terintegrasi, sehingga kebutuhan energi rumah tangga yang memanfaatkan panel surya dapat tersebar secara merata di berbagai lokasi.

Baca juga: Urgensi RUU EBET sebagai Kebijakan Investasi Energi Hijau terhadap Pengembangan PLTS, PLTB, dan Bioenergi di Indonesia

 

Manfaat AI dalam Menjaga Kualitas PLTS

 

Penerapan teknologi AI dalam pengelolaan energi dapat membantu menekan penggunaan energi sekaligus mengurangi emisi karbon. Di Indonesia, para ahli menilai bahwa pemanfaatan AI di sektor energi terbarukan berpotensi meningkatkan efisiensi hingga sekitar 30%. Pemanfaatan AI memungkinkan analisis data dari panel surya untuk mendeteksi potensi gangguan teknis sejak dini sebelum terjadi kerusakan, sehingga membantu perusahaan menjaga kinerja aset energi terbarukan tetap optimal sekaligus menekan biaya pemeliharaan. AI juga dapat dimanfaatkan untuk mengelola sistem penyimpanan energi, seperti baterai, dengan mengatur waktu pengisian dan pelepasan energi secara optimal berdasarkan perkiraan kebutuhan dan tingkat produksi energi.

Kemudian, teknologi AI, dengan kemampuannya mengolah data historis dan data real-time, berperan sebagai pusat pengendali dalam optimalisasi kinerja PLTS. AI mempelajari pola radiasi matahari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, posisi matahari, serta berbagai faktor lingkungan lainnya. Optimalisasi ini, meliputi:

  • Penyesuaian secara Proaktif
    Dengan cara mengatur sudut panel surya agar penyerapan energi lebih maksimal,
  • Mengelola Distribusi Energi secara Cerdas
    Dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara efisien, mengurangi waste.

Dengan demikian, penerapan teknologi AI dalam operasional PLTS berperan penting dalam meningkatkan efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan energi surya di Indonesia. Melalui analisis data cuaca dan radiasi matahari, pengendalian solar tracker, prediksi produksi energi, serta deteksi dini gangguan teknis, AI mampu mengoptimalkan kinerja sistem sekaligus menekan biaya pemeliharaan dan emisi karbon. Dengan dukungan AI, PLTS dapat dikelola secara lebih cerdas dan adaptif, sehingga mempercepat transisi menuju sistem energi bersih yang berkelanjutan dan terintegrasi.***

Baca juga: Regulasi Baru PLTS Atap, Ini Dampaknya bagi Bisnis dan Konsumen di Indonesia

 

Daftar Hukum:. 

  • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU 1/2024).

Referensi:

  • Bagaimana Teknologi AI Mengoptimalkan Kinerja Panel Surya. ATW Solar (Diakses pada tanggal 02 Januari 2026 pukul 13.00 WIB).
  • Bagaimana AI Membantu Industri Energi Terbarukan. Sisi Tekno (Diakses pada tanggal 02 Januari 2026 pukul 13.42 WIB).
  • Meningkatkan Kinerja Banget! Berikut Implementasi AI di Sektor Energi Terbarukan dan Efisiensi. VOI (Diakses pada tanggal 06 Januari 2025 pukul 16.35 WIB).
  • Integrasi Kecerdasan Buatan Menuju Indonesia Berkelanjutan. DJPB Kemenkeu (Diakses pada tanggal 06 Januari 2026 pukul 17.01 WIB).