Tahun 2024, hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan memasuki usia ke-51 tahun. Saat peringatan “Celebrating 50 Years of Friendship” Januari tahun 2023 lalu, Menlu Retno Marsudi mengatakan kerjasama di antara kedua negara di bidang ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan makin menguat dan strategis.

Secara spesifik ada sejumlah kerjasama perdagangan dan investasi jangka panjang yang telah dibangun antara Indonesia-Korsel, salah satunya partisipasi negara Ginseng di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dikutip dari antaranews.com, Presiden Joko Widodo usai bertemu dengan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol 28 Juli 2022 lalu mengumumkan,  Korea Selatan menanamkan investasi di IKN mencapai 6,37 miliar dolar AS. Dukungan terhadap pembangunan ibukota baru dari Korea Selatan antara lain  dalam bentuk pembangunan penyediaan sistem air minum dan ‘capacity building’ dalam pembangunan smart city.

IKEF

Indonesia dan Korea telah sejak lama menjalin hubungan bilateral, termasuk di sektor energi. Untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan, kedua negara bermitra melalui Indonesia-Korea Energy Forum (IKEF). Indonesia berharap, dari kerjasama Indonesia – Korsel bisa menjadi mitra untuk berbagai pengalaman dalam menyukseskan transisi energi.

Dikutip dari esdm.go.id, beberapa bidang kerjasama yang potensial untuk dikembangkan di masa depan di antara kedua negara adalah  pengembangan dimetil eter (DME) sebagai minyak baru, pengembangan lapangan migas marginal, CBM, batu bara dan penelitian bersama biofuel generasi kedua.

Dalam The 14th Indonesia Korea Energy Forum, Indonesia menawarkan peluang kerjasama terkait pengembangan CCS/CCUS. Dalam acara tersebut juga membahas terkait target penurunan emisi sebesar 231,2 juta ton CO2e di tahun 2025, 388 juta ton CO2e di tahun 2035 dan 1.043,8 juta ton CO2e di tahun 2050.

IK – CEPA

Selain IKEF, kerjasama kedua negara dilaksanakan melalui Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK – CEPA) sejak 2012 lalu. Dampak kerjasama ini mencatatkan kenaikan  angka pendapatan negara pada periode Januari-Oktober 2022. Pendapatan mencapai total US$ 20,6 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar  40,36 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar  US$ 14,6 miliar. 

Pada periode ini, ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar US$ 10,6 miliar sedangkan impor dari Korea Selatan tercatat sebesar US$ 9,9 miliar sehingga memberikan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 712,3 juta. Pada 2021, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$ 18,41 miliar. Pada periode ini, ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar US$ 8,98 miliar sedangkan impor Indonesia dari Korea Selatan tercatat sebesar US$ 9,43 miliar. 

Dilansir dari setkab.go.id, tujuan utama kerjasama ini untuk memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara, mempromosikan perdagangan dan investasi, dan meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan secara keseluruhan. Dalam kerjasama ini, Indonesia dan Korea Selatan sepakat menghapuskan tarif pada sejumlah besar barang, memberikan akses yang lebih besar ke pasar satu sama lain. Indonesia akan menghapuskan tarif atas 95% produk dari Korea Selatan dalam waktu 10 tahun, sementara Korea Selatan akan menghapuskan tarif atas 92% produk dari Indonesia dalam waktu 15 tahun.

Kerjasama IK-CEPA  diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2022 Tentang Pengesahan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Korea. Dalam UU ini dijelaskan, untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional, Indonesia dapat melakukan kerja sama perdagangan melalui perjanjian perdagangan internasional dengan negara mitra dagang guna mendapatkan manfaat berupa akses pasar barang, jasa dan penanaman modal, promosi dan pelindungan penanaman modal, studi kelayakan bersama yang menghasilkan kesimpulan bahwa Perjanjian tersebut akan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

IK-CEPA mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan dari Korea Selatan ke Indonesia, sehingga mempercepat kemajuan dan inovasi teknologi di Indonesia. Dengan terbukanya  peluang kerja sama ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia (SDM), melalui IK-CEPA, Indonesia mendapatkan program-program kerja sama ekonomi yang membawa kapasitas SDM Indonesia menjadi lebih ahli, terampil, dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Diversifikasi ekonomi, pengembangan infrastruktur, kolaborasi riset dan pengembangan. Beberapa di antaranya seperti dalam bioteknologi, pertukaran pendidikan dan budaya, kerja sama pertahanan dan keamanan, promosi pariwisata, kerja sama kesehatan dan kolaborasi  UMKM dan inisiatif hijau dan keberlanjutan. 

Hubungan perdagangan Indonesia – Korea Selatan yang telah berlangsung lebih dari selama setengah abad diharapkan terus berlanjut dengan kerjasama lain yang saling menguntungkan dengan nilai ekonomi yang lebih besar.

Baca Juga: Indonesia “Magnet” Investor Asing, FDI Jadi Daya Tarik