021-7997973 | Hotline 08111211504
SIP Law Firm Logo
SIP LAW FIRM
Home
About
Legal Services
Our Team
Resources
Press ReleasesCase Studies
Platforms
Contact Us

Dampak Ekonomi Global Terhadap Keuangan Pribadi

27 January 2025inARTICLES
Share
Sustainable Finance

Tahun 2022 perekonomian dunia mengalami ketidakpastian. Di samping masih menghadapi pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perekonomian global karena kedua negara merupakan produsen utama beberapa komoditas yang dibutuhkan dunia. Rusia merupakan eksportir utama energi (BBM, batu bara dan gas alam cair) dan gandum. Rusia memiliki cadangan gas alam terbesar di dunia dan termurah. Eropa sangat tergantung kepada pasokan gas Rusia. Sementara itu, Ukraina adalah eksportir utama seed oil, jagung dan gandum.

Perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung sampai sekarang menyebabkan pasokan energi ke Eropa terhambat dan terganggunya supply chain beberapa komoditas yang dibutuhkan industri. Hal ini akan mempengaruhi kinerja industri dan rumah tangga, meningkatnya harga bahan makanan dan komoditas termasuk BBM. Kondisi ini memicu inflasi yang tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan resesi ekonomi pada beberapa negara dan menekan pertumbuhan ekonomi global. Karena situasi ini semua negara akan terdampak termasuk indonesia. Akan terjadi inflasi & dan kelangkaan barang industri dan rumah tangga contohnya kedelai dan gandum yang menjadi bahan dasar pembuatan tempe dan barang lainnya yang menjadi makanan sehari-hari warga indonesia. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi suku bunga. 

Bagaimana Inflasi Mempengaruhi Daya Beli

Inflasi di Indonesia berperan penting dalam mempengaruhi daya beli masyarakat, dan tinjauan makro ekonomi yang komprehensif sangat penting untuk memahami dinamika hubungan ini. Inflasi, yang didefinisikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan berkelanjutan, merupakan faktor penting dalam membentuk kondisi makro ekonomi suatu negara. Menelaah keterkaitan antara inflasi dan daya beli masyarakat memberikan gambaran mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi perekonomian Indonesia. 

Pertama dan terpenting, kenaikan laju inflasi dapat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap daya beli masyarakat. Ketika harga barang dan jasa terus meningkat, individu dan rumah tangga mengalami biaya hidup yang lebih tinggi. Hal ini berdampak pada kemampuan mereka untuk secara langsung membeli barang dan jasa dengan tingkat pendapatan yang sama dengan pendapatan mereka saat ini. Kelompok yang paling rentan terhadap inflasi tinggi adalah kelompok dengan pendapatan tetap, seperti pekerja berupah rendah dan pensiunan, yang mungkin mengalami kesulitan dalam mempertahankan standar hidup mereka. Selain itu, tingkat inflasi yang tinggi menimbulkan ketidakpastian di kalangan konsumen. Ketika harga melonjak secara tiba-tiba, masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Kehati-hatian ini dapat menyebabkan penurunan belanja konsumen, yang merupakan komponen utama pertumbuhan ekonomi. Dalam skenario ini, daya beli masyarakat menjadi korban dari ketidakpastian perekonomian akibat tingkat inflasi yang tidak terkendali. Di sisi lain, dalam beberapa kasus, tingkat inflasi yang moderat dapat memberikan peluang bagi pertumbuhan ekonomi. Inflasi yang terkendali dapat merangsang investasi dan konsumsi, karena individu dan dunia usaha merasa yakin bahwa kebijakan moneter menjaga stabilitas harga. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan seiring dengan pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan.

Namun perlu diingat bahwa dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat tidak hanya ditentukan oleh tingkat inflasi itu sendiri, namun juga oleh tingkat kenaikan upah yang mungkin menyertai inflasi. Jika upah tidak mampu mengimbangi inflasi, daya beli riil akan menurun. Oleh karena itu, kebijakan upah minimum dan menjaga keseimbangan hubungan antara pertumbuhan upah dan inflasi menjadi faktor penting dalam melindungi daya beli masyarakat. Tinjauan makro ekonomi global juga harus mempertimbangkan dampak sektoral inflasi terhadap daya beli masyarakat. Sektor ekonomi tertentu mungkin lebih rentan terhadap inflasi dibandingkan sektor ekonomi lainnya, sehingga berdampak lebih signifikan pada segmen populasi tertentu. Misalnya, lonjakan harga bahan bakar atau pangan dapat memberikan tekanan khusus pada kelompok ekonomi berpendapatan rendah, karena rumah tangga tersebut biasanya mengalokasikan sebagian besar pendapatan mereka untuk kebutuhan dasar.

Baca juga: Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance) Membentuk Masa Depan Ekonomi Global

Dampak Suku Bunga Terhadap Pinjaman Dan Tabungan

Suku Bunga adalah salah satu faktor ekonomi yang berperan besar dalam kehidupan sehari-hari, mempengaruhi berbagai aspek keuangan, mulai dari biaya pinjaman, tabungan, hingga investasi. 

Lantas, apa itu suku bunga, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja dampak kenaikannya terhadap kondisi keuangan individu serta perekonomian secara keseluruhan?

Dilansir dari laman Canadian Investment Regulatory Organization, suku bunga adalah biaya yang dibebankan oleh pemberi pinjaman kepada peminjam untuk penggunaan uang selama periode waktu tertentu. Suku bunga diukur dalam persentase dari jumlah pinjaman atau tabungan. Ketika seseorang meminjam uang, mereka akan membayar bunga sebagai imbalan atas penggunaan dana tersebut. Di sisi lain, ketika seseorang menabung uang di bank, mereka mendapatkan bunga sebagai imbalan atas uang yang disimpan. Suku bunga bisa bersifat tetap yang berarti tidak berubah selama periode waktu tertentu atau bersifat variabel yang bisa naik atau turun sesuai dengan perubahan di pasar keuangan. 

Salah satu dampak terbesar dari kenaikan suku bunga adalah peningkatan biaya pinjaman. Ketika suku bunga naik, bunga yang harus dibayar atas pinjaman, seperti hipotek, kredit kendaraan, kartu kredit, atau pinjaman pribadi, juga meningkat. Akibatnya, orang yang memiliki pinjaman dengan bunga variabel mungkin harus membayar lebih banyak setiap bulannya. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan individu atau bisnis dalam mengelola keuangan mereka. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki pinjaman hipotek dengan bunga variabel, kenaikan suku bunga akan menyebabkan kenaikan pembayaran bulanan mereka. Jika suku bunga terus meningkat, beban finansial ini bisa menjadi semakin berat, terutama bagi mereka yang sudah memiliki utang dalam jumlah besar. Oleh karena itu, melunasi utang lebih cepat atau mengamankan pinjaman dengan suku bunga tetap bisa menjadi langkah yang bijak untuk menghadapi kenaikan suku bunga. 

Di sisi lain, kenaikan suku bunga juga bisa memberikan keuntungan bagi mereka yang menabung. Rekening tabungan, sertifikat deposito, dan produk tabungan lainnya biasanya menawarkan bunga lebih tinggi ketika suku bunga naik. Hal ini berarti uang yang disimpan akan menghasilkan lebih banyak bunga, sehingga tabungan bisa bertambah lebih cepat.

Suku bunga juga memiliki dampak signifikan terhadap berbagai jenis investasi. Pasar saham, misalnya, cenderung mengalami penurunan ketika suku bunga naik. Hal ini disebabkan karena pinjaman menjadi lebih mahal, sehingga konsumsi dan investasi bisnis bisa berkurang.

Salah satu alasan utama dibalik perubahan suku bunga adalah inflasi. Inflasi adalah peningkatan harga barang dan jasa secara umum dalam perekonomian. Ketika inflasi meningkat terlalu tinggi, bank sentral, seperti Bank Indonesia, mungkin menaikkan suku bunga untuk memperlambat laju inflasi. Kenaikan suku bunga membuat biaya meminjam uang lebih tinggi, sehingga orang cenderung mengurangi pengeluaran mereka. Penurunan permintaan barang dan jasa ini dapat membantu mengendalikan inflasi. Namun, kenaikan suku bunga juga bisa memiliki efek samping, seperti memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan investasi. Jika dilakukan secara berlebihan, kenaikan suku bunga bisa memicu resesi, yaitu penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan.

Bank sentral menggunakan suku bunga sebagai alat untuk mengendalikan ekonomi. Saat ekonomi sedang lesu, bank sentral dapat menurunkan suku bunga untuk mendorong peminjaman dan pengeluaran. Di sisi lain, ketika ekonomi terlalu panas dan inflasi mulai meningkat, bank sentral dapat menaikkan suku bunga untuk mengurangi permintaan dan menjaga inflasi tetap terkendali.

Baca juga: Undang-undang Kepailitan Dalam Mendukung Perkembangan Ekonomi Indonesia

Strategi Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi

Kondisi ekonomi global yang silih datang berganti memang dapat mempengaruhi kondisi keuangan kita secara pribadi. Terlebih bagi kita yang sudah merencanakan banyak hal bahkan hingga ke hari spesial. Maka dari itu kita perlu mempersiapkannya untuk bisa bertahan ditengah situasi yang tidak pasti. Berikut tipsnya!

  • Siapkan dana darurat

Pastikan 20 persen dari dana untuk investasi dialokasikan untuk dana darurat yang disimpan pada instrumen yang sangat likuid dan disiplin mempersiapkannya. Semakin besar proporsinya maka akan semakin siap kalian dalam memenuhi kebutuhan di tengah kondisi ekonomi.

  • Kurangi beban pengeluaran keluarga

Mulailah untuk mengurangi dan tidak menambah beban-beban pengeluaran seperti utang. Jika memungkinkan segera lunasi. Jangan anggap enteng karena meskipun hanya dari kartu kredit kamu tidak akan tahu kondisi keuanganmu ketika gejolak ekonomi menerpa.

  • Hidup sederhana

Hiduplah dengan sewajarnya. Tetap lakukan konsumsi seperti biasa karena ini bisa membantu ekonomi tetap tumbuh. Karena konsumsi masyarakat berperan besar pada pertumbuhan ekonomi kita. Namun kamu juga tetap perlu untuk menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi meski tetap mendahulukan kebutuhan. Kurangi pembelian-pembelian yang sebetulnya tidak terlalu diperlukan, apalagi sifatnya hanya kesenangan jangka pendek.

  • Ikuti perkembangan ekonomi global

Cermati perkembangan kondisi ekonomi terbaru dan mulailah memanfaatkan peluang di sekitarmu yang dapat bernilai ekonomi. Jangan ragu untuk usaha kecil-kecilan jika dirasa kondisi keuanganmu masih lemah.

Baca juga: Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi dengan Pemberian Tax Holiday

Referensi:

  • Canadian Investment Regulatory Organization. (Diakses pada 13 Januari 2025 pukul 10.35 WIB).

About Author

sandy p

sandy p

Written by sandy p, part of the SIP Law Firm team delivering insights and updates on the latest legal developments.

Read Profile →

More on this category

  • Memahami Dolus dan Culpa pada Tindak Pidana
  • Reformasi Regulasi Sertifikasi ISPO: Kewajiban Baru bagi Industri Bioenergi Sawit
  • Buktikan Keunggulan di Top 100 Indonesian Law Firms 2026, SIP Law Firm Raih Gelar Managing Partner of the Year

Pinned Posts

  • Peringatan Resmi terhadap Modus Penipuan yang Mengatasnamakan SIP Law Firm

    13 MAR 2026inARTICLES
  • SIP Law Firm Partners Named to The 200 Club 2026 by Hukumonline

    03 MAR 2026inARTICLES
  • Indonesia’s Halal Certification: Legal Framework and Global Market Strategy

    29 SEP 2025inARTICLES

Ask Us Legal Questions!

Click here to ask a question to our legal experts

Ask a question illustration

We Can Speak on Your Media

View our media experts or contact us to request for your next program

Media experts illustration

We are here to help

Get in touch now to let us know how we can help you. Connect with our LinkedIn and subscribe to our newsletter to stay updated with our latest updates.

Contact Us
Connect on LinkedIn
SIP Law Firm Logo

Full-Service Legal Solutions with Integrity and Professionalism Since 2011

Indonesia's Leading #EcoLawFirm🍀

All Rights Reserved of SIP Law Firm © 2026
Supported by SIP Corp

Services

  • Legal Services & Practice Areas
  • Intellectual Property
  • Find a Media Expert

Platforms

  • SIP-R Consultant
  • Regulasip
  • SIP Library
  • Book Publications

SIP Law Firm

  • About Us
  • Awards and Recognitions
  • Our Team
  • Info
  • Career
  • Sustainability Reports
  • Contact Us
Jakarta Head Office

No. 7 Building, Jl, Buncit Raya No.7, Jakarta Selatan 12760, DKI Jakarta, Indonesia

Phone : +62-21 799 7973
Phone: +62-21 799 7975
Fax : +62-21 799 7981
E-mail : head-office@siplawfirm.id
Yogyakarta Branch Office

Prima SR Hotel & Convention Lt.3 Jalan Magelang KM.11, Yogyakarta, Indonesia

Phone : +62-274 2880777
E-mail : yogyakarta-office@siplawfirm.id
Surabaya Branch Office

Puri Regency Bussines Centre Jl. Puri Jambangan Baru III, No.19, Blok AK, Surabaya, Indonesia

Phone : +62-31 9900 3117
Fax : +62-31 9900 3110
E-mail : surabaya-office@siplawfirm.id

SIP Law Firm The Best Law Firm in Jakarta

SIP Law Firm is a law firm providing premium legal solutions for local and international clients based in Jakarta. The firm has two representative offices in Yogyakarta and Surabaya.

Largest Litigation Practice of the Year - Hukum Online - Juara 1 - 2025

SIP Law Firm is a law firm ranked first in the Largest Litigation Practice of the Year 2025 category by Hukumonline. This recognition affirms SIP Law Firm's standing as a leading litigation practice in Indonesia, with a strong and consistent focus on handling strategic and complex litigation matters across various sectors.

SIP Law Firm Provides Health Law Services

We provide comprehensive Healthcare Legal services for all those involved in the healthcare industry, such as healthcare employment contracts, medical supplier agreements, healthcare business acquisitions, medical disputes, etc. Our Healthcare Legal team has years of experience handling major cases in the medical world related to facilities, medical practitioners, and other related matters.

Trusted Intellectual Property and Patent Consultant

SIP Law Firm, through SIP-R Consultant, provides legal consultation and advice to assist clients in protecting their Intellectual Property Rights (IPR) and Patent Rights. We provide legal advice, assist with IPR registration, and handle patent disputes in court. The SIP-R Consultant team has been trusted by individual clients, SMEs, and multinational corporations across various industries, including the creative industry, musicians, fashion, technology, and others.

SIP Law Firm Pioneer of Eco Law Firm