Setiap perusahaan pasti berusaha untuk meningkatkan kinerja pegawainya agar dapat memenuhi tujuannya. Agar dapat mencapai tujuan perusahaan, para pegawai harus meningkatkan prestasi dan kinerjanya agar kemudian dapat dinilai dengan menggunakan kriteria standar perusahaan. Setiap pegawai tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis (hard skill) namun juga harus memiliki kemampuan interpersonal (soft skill). Kemampuan soft skill mencakup kemampuan berkomunikasi, berpartisipasi dalam kelompok, kemampuan beradaptasi dan kemampuan leadership.

Di sisi lain, perusahaan juga harus menunjukkan penghargaan dan dukungan kepada karyawan agar dapat bekerja sebaik-baiknya dan mencapai kinerja yang memuaskan bagi perusahaan. Apabila suatu perusahaan hanya mempekerjakan individu berdasarkan kemampuan teknis (hard skill) dan mengabaikan soft skill, dikhawatirkan perusahaan akan menghadapi perilaku dan hasil kerja yang kurang memuaskan. Upaya penerapan strategi untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, seperti memberikan pelatihan keterampilan hard skill dan soft skill secara seimbang dapat membantu perusahaan agar dapat mencapai tujuannya.

Dalam meningkatkan prestasi para pegawainya khusus bagi perusahaan swasta, ada sejumlah strategi yang bisa dijalankan atau diterapkan. Cara ini dipakai dalam rangka guna meningkatkan hasil kerja pegawai agar menjadi lebih baik dan berdampak positif bagi perusahaan.

Adapun strategi peningkatan kinerja karyawan yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut :

I. Meeting 

Meeting atau rapat kerja bertujuan agar pegawai bisa melaksanakan tugas dan pekerjaan yang berbeda sehingga diperlukan koordinasi, komitmen, dan kerjasama yang baik. Setiap karyawan memiliki ide, pengetahuan, dan pengalaman yang berbeda. Rapat kerja ini akan menjadi sangat penting sebagai tempat memecahkan atau mencari solusi atas suatu masalah dari persoalan pekerjaan yang tengah dihadapi. Diharapkan peserta rapat memiliki soft skill yang baik agar tidak terlihat pasif serta dapat berpartisipasi aktif dalam isu yang diangkat, dan mampu berkoordinasi dengan  baik dengan peserta rapat lain.

II. Pelatihan Kerja

Seseorang dengan soft skill yang mumpuni cenderung memiliki mindset maju sehingga program pelatihan bukanlah hal yang sulit untuk diikuti melainkan menjadi ajang yang memperkukuh  potensi yang ada dalam diri setiap pegawai. Manfaat pelatihan akan berdampak langsung terhadap kinerja pegawai, antara lain peningkatan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, kualitas karyawan serta mendorong inisiatif dan kreativitas pegawai. Upaya ini juga memberikan kesempatan kepada pegawai untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya.

III. Pemberian Penghargaan

Pemberian reward atau penghargaan bisa menjadi sarana bagi pegawai untuk meningkatkan motivasi dan kinerjanya. Reward bisa memberikan sejumlah uang, perhatian, dan pujian, atau campuran dari keduanya. Penghargaan ini juga bisa sebagai sarana mempertahankan pegawai untuk terus bekerja, dan menginspirasi pegawai lain untuk tampil di level yang lebih baik. Indikator penilaian pemberian penghargaan umumnya  tidak hanya dilihat dari kemampuan hard skill namun juga kemampuan soft skill seorang pegawai dalam beradaptasi dengan lingkungan.

Kesimpulan

Pegawai  swasta tidak hanya harus menguasai hard skill, tetapi juga soft skill untuk meningkatkan kualitas kerja perusahaan. Dengan demikian, kapasitas soft skill bagi pegawai sangat penting dalam dunia kerja karena selain melakukan tugas-tugas yang membutuhkan pemahaman teknis, karyawan juga harus memiliki kemampuan interpersonal dan intrapersonal. Kemampuan soft skill dan hard skill seimbang mempermudah perusahaan swasta dalam meningkatkan mutu kerja karyawan. []

Author / Contributor:

Teguh RikiswantoTeguh Rikiswanto, S.H.

Associate

Contact:

Mail       : @siplawfirm.id

Phone    : +62-21 799 7973 / +62-21 799 7975