0 Comments

Saya adalah perusahaan kontraktor. Saat ini saya sedang melaksanakan pembangunan pabrik di kawasan industri. Karena alasan tertentu, pekerjaan saya tertunda/terlambat menyelesaikan. Saya sebenarnya telah beberapa kali meminta kepada pemilik pekerjaan untuk reschedule jadwal penyelesaian pekerjaan, tetapi ditolak dengan alasan pemerintah tetap memperbolehkan pekerjaan kontruksi tetap berjalan dalam masa darurat kesehatan saat ini. Saat ini saya mendapat surat dari pemilik pekerjaan yang intinya meminta ganti rugi kepada saya karena keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Perlu saya sampaikan bahwa dalam kontrak kerja, saya tidak mencantumkan pandemi masuk klausul force majeur. Apakah benar saya harus tetap membayar ganti rugi tersebut? Sementara pemerintah telah menetapkan covid 19 sebagai bencana nasional.

Changed status to publish